ULAMA :Meneteskan Air Mata Karena Takut Pada Alloh (البكاء من خشية الله تعالى وشوقا إليه)
Allah senantiasa memberikan keberkahan hidup untuk selalu mensucikan dan membersihkan diri, walau memang terkadang terasa berat dan tak henti hentinya musuh kita menyerang dan menakut takuti kita dari berbagai arah :
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
ثُمَّ
لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ
أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Iblis
menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar
akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian
saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari
kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan
mereka bersyukur (taat). Ala’raaf ayat 16-17.
Saudaraku
yang dirahmadti Alloh, Didalam tulisan yang sederhana ini, ana mencoba
memberikan nasehat kepada diri sendiri dan antum semua tentang beberapa
motivasi dan salah satu sebab diantara yang bisa membersihkan jiwa kita,
Alhamdulillah kita kita merasa gagah bisa membahas tulisan tentang
keutamaan menangis karena Alloh dikala para kaum kafir dan munafik
menganggap ini sebagai suatu perbuatan kecengengan ataupun lontaran
rendah lainya, Perlu kita abaikan perkataan mereka dan perlu kita
banggakan diri ini dengan kebiasaan menagis karena Alloh ini, karena
simpati mereka bukanlah keselamatan dan ketenangan dan hanya simpati
Allohlah inti keamanan, Serta bukan mencari ridlho mereka (kafir)
merupakan suatu kebanggaan melainkan suatu kehinaan, karena hanya
balasan dan harapan dari Allohlah semua mahluk akan tunduk walaupun
mereka tidak menyukai kita. Kalaulah kita mau menggali keterangan
keterangan Rasul Salallohualaihiwassalam kita akan meresaka betapa
besarnya keutamaan menangis,bersandar,mengeluh hanya kepada Alloh.
Rasul
salallohualaihiwassalam bersabda: Dari anas bin Malik ” Ada dua mata
yang tidak akan disentuh oleh apai neraka, yaitu mata yang bermalam dan
berjaga dijalan Alloh dan mata yang menangis karena takut kepada Alloh ”
HR Abu Ya’la dan perawinya Tsiqat).
Saudara yang
budiman, Kehidupan ini merupakan ujian dan cobaan buat hamba yang
mengaku beriman dan ketentuan baik buruk, suka dan duka, tak akan lepas
dari diri ini selama nyawa belum melayang meninggalkan raga ini, maka
sudah sangat layak bahwa kita selalu mengimani Rukun Iman yang Keenam
Yaitu memandang kebaikan dan keburukan adalah ketetapan dan dua duanya
merupakan ujian yang tak mungkin terlewatkan. Dan tak jarang tangisan,
kepedihan dan kesedihan selalu datang tampa diundang dan pergi tanpa
kita sadari, beginilah seharusnya mata mata yang mengucurkan air mata
ini bersikap dan sebaik sikap tentu menagis karena meridlhoi ketentuan
dan ketetapanNya, memahami semua milikNya, Meyakini semua akan tunduk
patuh dan kembali kepadaNya.
Kemudian
disi lain para shahid , para sidik, dan para shalih jarang menangis
karena kehilangan sesuatu karena kesedihanya dan tak menagis karena
kedatangan sesuatu karena keterharuanya, akan tetapi mereka menangis
karena bulunya merinding takut akan kekuasaan Alloh atas sesuatu yang
pergi darinya dan sesuatu yang dianugerahkan kepadanya, Matanya berkaca
kaca karena kagum akan kehebatan kekuatan dan keagungan Alloh yang maha
Dasyat, dan sampai sampai mereka bersuara serak karena intensitas
ketakutanya kepada Alloh dan ini hanyalah bagiannya hamba yang mau
berbuat ihksan karena mereka yang ihksan inilah yang memahami perkenalan
Sejati dengan Alloh dan Perkenalan suci karena Alloh dengan para
Mahkluk Mahluknya yang semua atas ijin Alloh.
Maka sudah
tiba waktunya kita kendorkan segala beban kita, kita lemaskan anggota
jasmani kita dan masukanlah Pengenalan kita terhadap Rob Alloh Aza Wa
Jalla Yang mengatur semua keadaan ini (Tauhid Rububiyah) dan merasa
senanglah berdua dua an dengan Nya, Serta berbicara melalui firmanNya
kemudian beramalah hanya untuknya semata (Tauhid Uluhiyah), Maka
Memasukan kedalam hati dan diri beberapa Asma dan sifatNya yang
diajarkan (Tauhid Asma Wa Sifat) menjadi bergetarlah diri dengan memakai
busana budi pekerti dan ahlaknya ( Tauhid Mutaba’ah) dan senantiasa
istiqamahlah dengannya, Sehingga kebahagiaan, semangat, dan ketenangan
akan selalu menyertai kita dalam segala keadaan, dalam mengarungi
kencangnya gelombang dan arus dunia yang memperdaya.
Dan dengan
memasukan keindahan Asma AsamaNya kedalam dadamu dan kamu selalu
mengaggungkaNya, maka kamu sekarang berhak mendapat ketenangan dan
gugurnya kesalahan dan dosamu karena hatimu mulai gemetar mendengar
AsmaNya dari lubuk hatimu yang selalu membisikan, sehingga sekarang kamu
akan memahami keutamaan bergetarnya hatimu dan mengucurnya air matamu
karena Takut kepada Alloh.
إِنَّمَا
ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًۭا وَعَلَىٰ
رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama
Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Robnya mereka bertawakkal.Al Anfal ayat 2
ٱللَّهُ
نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَٰبًۭا مُّتَشَٰبِهًۭا مَّثَانِىَ
تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ
جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ
يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ
هَادٍ
Allah telah
menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu
ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, karenanya kulit orang-orang yang
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di
waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia
menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan
Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun (Az zumar ayt 23)
قال رسول
الله صلى الله عليه وسلم سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله إمام
عادل وشاب نشأ في عبادة الله تعالى ورجل قلبه معلق بالمساجد ورجلان تحابا
في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني
أخاف الله ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ورجل
ذكر الله خاليا ففاضت عيناه متفق عليه
Rosul
Sholollohualaihi Wassalam Bersabda “Ada tujuh golongan yang akan
dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tiada naungan
melainkan naunganNya sendiri, yaitu pemimpin yang adil. Pemuda yang
tumbuhdalam beribadah kepada Allah, orang yang hatinya tergantung kepada
masjid-masjid, dua orang yang saling cinta mencintai karena Allah,
keduanya berkumpul atas keadaan sedemikian itu dan keduanya berpisah
atas keadaan sedemikian itu pula, lelaki yang diajak oleh wanita yang
mempunyai kedudukan dan berparas cantik, lalu ia berkata: “Sesungguhnya
saya ini takut kepada Allah, juga orang yang bersedekah dengan suatu
sedekah lalu disembunyikan sedekahnya itu sehingga seolah-olah tangan
kirinya tidak tahu apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya dan orang yang mengingat pada Allah di waktu keadaan sunyi lalu meneteskan airmata dari kedua matanya.” (Muttafaq ‘alaih)
Semoga
Alloh membimbing diri yang hina ini untuk selalu memahami hakikat
tangisan mata dan hakikat rintihan hati serta jiwa hanya tertuju karena
rasa takut kepada Rab Semesta Alam Alloh Subhanawataa’la Semata.
Sehingga keutamaan akan kita dapati dan ketenagan hati akan kita
tempati, Amin. Waullohu a’lam Bishawab, Barokallohufiikum...//Ahmad fuadi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar