Ulama ulama Para ulama terdahulu terkenal dengan
kegigihan mereka dalam menuntut ilmu. Yang membuat mereka tak pernah
putus asa dalam menuntu ilmu adalah keikhlasan dalam hati untuk
menyebarkan risalah Ilahi. Tidak heran, hampir keseluruhan hidup mereka
hanya disisahkan untuk mengkaji Al-Quran, Al Hadist, dan ilmu-ilmu lain.
Jika dibaca sebagian riwayat hidup
mereka, ada diantarnya tidak sempat menikah lantaran kesibukan mereka
menuntut ilmu. Kebiasaan para ulama terdahulu membesar di rantau orang
dan di perjalanan untuk berguru dari masyaikh al-mu’tabar ( guru-guru
yang terkenal )di seluruh pelosok dunia.
Diantara dorongan yang membuat mereka
gigih untuk keluar menuntut ilmu ialah kerasnya kehidupan di kampung
mereka tinggal, tekanan dari pemerintahan setempat dan kurangnya minat
penduduk setempat terhadap ilmu.
Dalam perjalanan, ada yang wafat di
rantau orang sebelum sempat kembali ke kampung tercinta, ini menunjukkan
bahwasaya mereka banyak menghabiskan waktu diperantauan dan perjalanan
menimba ilmu.
Mereka juga sangat menjaga kejernihan
ilmu, khususnya para muhadditsin ( para alim hadist ) cukup selektif
dalam mengambil hadist dari para mayaikh mereka.
Ada suatu cerita menarik ketika seorang
muhaddist tengah berhenti di salah satu kampung untuk menemui masyaikh
kampung tersebut, tiba-tiba kuda tungganganya mangamuk, merontah kuat
pertanda suatu pesan negatif, bermaksud ingin mengabarkan hadist-hadist
dari kampung tersebut tidak layak diambil karena penduduk dan
masyaikhnya tidak tsiqqoh (adil )>
Subhanallah, kuda pun tau membedakan mana
hadist yang shohih, dhoif, dan hasan. Para muhaddist harus selektif
dalam mengambil hadist degan 3 katagori, yang pertama shohih, kedua
hasan, dan ketiga dhoif, tiga landasan ini benar-benar menjadi patokan
untuk menulis hadist-hadist di buku mereka.
Pada zaman mereka keterbatasan bukan
menjadi penghalang untuk mengkaji semua disiplin ilmu dan menuliskannya.
Apa yang dinikmati sekarang adalah hasil kerja keras para ulama
terdahulu dalam melanjutkan estapet risalah Ilahi yang diturunkan kepada
para anbiya dan ulama pewaris para anbiya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar