ULAMA: Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda.
لا تعلموا العلم لتباهوا به العلماء أو تماروا به السفهاء و لا لتحيزوا به المجلس فمن فعل ذلك فالنار النار
إنما يحفظ الرجل على قدري نيته
Salah satu shahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Mas’ud berkata,
إني لأحسب الرجل ينسى العلم كان تعلمه للخطيئة يعملها
“Sungguh, aku menyangka bahwa seseorang melupakan suatu ilmu yang telah ia ketahui karena sebab dosa yang ia amalkan”(حلية الأولياء وطبقات الأصفياء;
Renungkanlah pula indahnya untaian kata Imam Asy-Syafi’i berikut ini
شكوتُ إِلى وكيعٍ سوءَ حِفظي … فأرشدني إِلى تَرْكِ المعاصي
وأخبرني بأن العلمَ نورٌ … ونورُ اللّهِ لا يُهدى لعاصي
Aku mengadu kepada Waqi’ tentang buruknya hafalankuMaka, dia membimbingku untuk meninggalkan maksiatIa pun memberitahu diriku bahwa ilmu adalah cahayaDan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat
Sungguh,
di antara perkara yang yang membuat hati ini sedih adalah ketika kita
dapati sebagian penuntut ilmu mulai menganggap remeh perbuatan maksiat.
Di antara sarana menuju perbuatan maksiat yang sekarang ini mudah dilakukan adalah jejaring sosial facebook. Betapa banyak penuntut ilmu mulai bermudah-mudahan dalam memasang foto profil bergambar makhluk bernyawa,
gambar wanita, saling memberi komentar iseng di wall lawan jenis, dan
perkara-perkara lain di dunia FB yang mungkin kita anggap remeh, padahal
barangkali itu adalah dosa yang tidak kita sadari.
kita bandingkan rasa sensitif kita terhadap maksiat
dengan rasa sensitif salaf. Dahulu, Umar bin Abdul Aziz mewanti-wanti
penasehatnya, Maimun bin Mahran agar tidak berdua-duaan dengan wanita
meskipun dengan alasan mengajarkan Al-Qur’an.
إني أوصيك بوصية فاحفظها إياك أن تخلو بامرأة غير ذات محرم وإن حدثتك نفسك أن تعلمها القرآن
Aku memberi wasiat kepadamu dengan wasiat yang harus kau jaga. Janganlah Engkau berdua-duaan dengan wanita bukan mahrammu walaupun batinmu berkata bahwa kau Akan mengajarinya Al-Qur’an.[ lihat kitab: حلية الأولياء وطبقات الأصفياء,
Maka, hendaknya kita pun memegang erat-erat wasiat Umar tersebut. Jangan merasa diri kita aman dari fitnah.
فاحذر رحمك الله من أن تتعرض بسبب البلاء فبعيد أن يسلم مقارب الفتنة منها
وكما أن الحذر مقرون بالنجاة فالتعرض بالفتنة مقرون بالعطب
وندر من يسلم من الفتنة مع مقاربتها
على أنه ما يسلم من فكر وتصور وهمة
وكل هذا زلل
Oleh karena itu, hati-hatilah –semoga Allah merahmatimu- dalam menghadapi faktor-faktor bencana. Oang yang mendekati fitnah, sulit selamat darinya. Sebagaimana kehati-hatian diiringi dengan keselamatan, mendekati fitnah itu diiringi dengan kebinasaan. Jarang orang selamat dari fitnah karena mendekatinya. Yaitu, ia tidak terbebas dari memikirkan, membayangkan, dan menginginkannya. Semua ini menggelincirkan.(ذم الهوى, hal.153)
Ibnul Jauzi memberi nasehat berikut ini
لو كانت الخلوة بالأجنبية مباحة لم تسلم من هذه الآفات فكيف وهي محرمة
Seandainya berduaan dengan wanita ajnabiyyah (bukan mahram) diperbolehkan, kamu tetap tidak dapat selamat dari penyakit-penyakit ini. Terlebih lagi, ternyata itu diharamkan.(ذم الهوى, hal.153)
- jagalah mata dan hati kita dari fitnah dunia maya yang merusak. Banyak sekali kesempatan bermaksiat di internet, yang jika dilakukan, tidak ada yang melihatya selain Allah, malaikat pencatat, dan kita sendiri.
[ lihat kitab: حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, VI/288]
Rasulullah bersabda,
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Seseorang itu sesuai dengan agama temannya. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan siapa teman dekatnya”5
Alangkah
indahnya sekiranya kita hidup bersama kawan-kawan yang memiliki
perhatian terhadap ilmu. Ketika kita berbuat salah, ada yang menasehati.
Dan ketika kita berbuat kebaikan, kita akan disemangati.
Abul Qa’qa’ mengatakan
و من هنا ينبغي للمرء أن يبحث له عن زميل صالح, و خل جاد ناصح, بحيث يكونان متلازمين في أغلب الأوقات, و يحث كل منهما صاحبه على الطلب و التحصيل, و يشد كل منهما من أزر الآخر و يسد كل منهما الآخر إن أخطأ, و يعينه و يحفزه إن أصاب و وفق, و يغيب كل منهما للآخر ما حفظه من العلم, و يقرآن سوياً, و يراجعان سويا, و يبحثان المسائل, و يحققا سويا
“Seseorang harus mencari kawan yang shalih, rajin dan suka menasehati,agar (ia) selalu bisa bersamanya pada sebagian besar waktunya,saling memotivasi dalam belajar dan saling menguatkan semangat sesamanya,mengingatkannya bila ia salah, dan mendukungnya bila ia benardan mengevaluasi apa yang telah ia hafal, baca, diskusikan, dan kajitentang sebuah permasalahan dengan selalu bersama-sama 6
Terkadang, aku merasa lebih mencintai kawan-kawanku dibanding keluargaku. Ini karena jika aku bertemu kawan-kawanku, mereka akan mengingatkanku pada akhirat. Adapun jika aku bertemu keluargaku, mereka akan mengingatkan diriku pada dunia.
Imam Syafi’i pernah mengatakan,
وددت أن الخلق يتعلمون هذا العلم ولا ينسب إلي منه شيء
“Aku ingin agar semua makhluk mempelajari ilmu ini dan tidak sedikit pun yang dinisbatkan kepadaku”[ Lihat kitab: حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, IX/118 ]
- Buang jauh-jauh sifat seperti ini karena inilah yang menyebabkan ilmu menjadi tidak berfaidah. Apa gunanya kita belajar jika tidak untuk disampaikan kepada orang yang belum paham? Ketahuilah ilmu itu dipelajari untuk diamalkan dan disampaikan. Bukan untuk dipendam dan disombongkan. Janganlah kita bakhil terhadap ilmu.
Malik bin Dinar berkata,
إذا تعلم العبد العلم ليعمل به كسره علمه وإذا تعلم العلم لغير العمل به زاده فخرا
“Jika seseorang mencari ilmu untuk diamalkan, ilmunya itu akan MELUNAKKAN HATINYA. Jika ia mencari ilmu bukan untuk diamalkan, ilmunya itu akan menambah kesombongannnya.”[حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, II/372 ]
Abdullah ibnul Mubarak pernah berkata,
من بخل بالعلم ابتلي بثلاث إما موت فيذهب علمه وإما ينسى وإما يصحب فيذهب علمه
“Orang yang bakhil terhadap ilmu akan mendapatkan tiga macam cobaan: (1) meninggal dunia lalu hilang ilmunya, (2) lupa, atau (3) dicabut ilmunya lalu hilang sama sekali.”[حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, VIII/165 ]
Abdullah bin Mas’ud mengatakan,
ليس العلم بكثرة الرواية ولكن العلم الخشية
“Ilmu itu bukanlah banyaknya (hafalan) riwayat, melainkan rasa takut (kepada Allah)”[ lihat kitab: حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, I/131 ]
كفى بالمرء علما أن يخشى الله وكفى بالمرء جهلا أن يعجب بعمله
“Seseorang cukup berilmu bila ia takut kepada Allah. Dan seseorang cukup bodoh bila ia kagum kepada amalannya sendiri”[lihat kitab: حلية الأولياء وطبقات الأصفياء, II/95 ]
إن قلوبنا طهرت ما شبعت من كلام الله
Jika hati kita suci, niscaya ia tidak akan pernah kenyang dari kalamullah
تم الكلام و ربّنا محمود … و له الكارم و العلا و الجود
و على نبي محمد صلواته … ما ناح قمري و أورق عود
Tuntaslah sebuah pembicaraanHanya Allah yang pantas mendapatkan pujianAllah memiliki kemuliaan, keagungan dan kedermawanan…
Semoga rahmat-Nya senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad…sebanyak apa yang dijadikan burung mendengkur…dan sebanyak daun-daun kayu gaharu…//Ahmad fuadi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar